Cerpen Kehidupan antara 2 Sahabat
Hai. Aku mau berbagi cerita nih.
Pertama perkenalkan dulu yaa.
Rismayanti amanda putri, dia wanita cantik langsing dengan tinggi 157cm rambut panjang dengan crulye di bagian bawahnya. Dia biasa di panggil isma. Dan temannya Miranda Tania Dewi. Biasa dipanggil mira. Mira juga memiliki tinggi yang sama seperti isma. Tapi mira berambut pirang dengan panjang sebahu.
Jadi ceritanya mereka tuh berteman sejak kecil. Tinggal dikampung yang sama, rumah merekapun cuman terhalang 1rumah saja. Sekolahpun dari sd sampai lulus sma disekolah yang sama.
Awalnya mira pergi kerja dibandung kota. Mira bekerja sebagai kasir butik ternama. Dan dia juga tinggal dikost an kecil, karena jarak dari rumahnya yang dikampung tidak memungkinkan mira bisa pulang pergi dari Bandung kota kerumahnya.
Sementara isma dia adalah seorang mahasiswa dari salah satu universitas swasta dibandung. Oh iya, mira juga ia berkuliah diuniversitas yang sama dengan isma. Namun yang membedakannya adalah isma mengambil kelas reguler sedangkan mira ia hanya mahasiswa kelas karyawan. Yang dimana mira harus kuliah dari jam 5 sore sampai jam 9 malam. Karena di pagi sampe sore mira harus bekerja terlebih dahulu.
Mira dan isma pun satu kost an. Dan kost an mereka adalah kost an yang campur, jadi penghuninya tuh ada cowo dan ada cewe.
Nah sudah 1tahun mereka tinggal di kota dan kehidupan mereka biasa biasa aja tidak ada yang aneh sebelumnya. Dan mereka biasa pulang ke kampung bergiliran. Jadi diminggu pertama isma pulang dan diminggu ke 2 baru mira yang pulang, seperti itulah kehidupan mereka. Tp hal itu tidak membuat sebuah perselisihan diantara pertemanan mereka. Mereka selalu berjanji dari kecil sampai mereka dewasa untuk selalu bersama saling menolong saling bercerita, pokoknya apapun hal terkecil pun mereka akan saling berbagi.
Dan pada hari jumat sore isma pulang kekampung nya sendiri seperti biasanya. Dan mira berada dikos an sendiri. Mira yang sedang mandi merasa mendengar ada suara yang mengetok pintu kamarnya. Karena memang kamar kos an mira memiliki kamar mandi didalam. Awalnya mira kira itu cuman orang iseng yang mengetuk atau tetangga kos an jadi mira lebih mengacuhkannya dan meneruskan ritual mandinya. Tapi suara gedoran pintu itu malah semakin kencang seperti ada orang yang mengetuknya dengan tenaga, semakin di diamkan maka semakin keras suara gedorannya. Mira merasa jengkel dan kesal, dan ia pun segera menyelesaikan mandinya.
Dengan hanya memakai kimono dengan panjang sebetis mira segera membuka pintu kamarnya. Namun nihil setelah dibuka diluar tidak ada siapa siapa. Dengan jengkel mira menutup kembali pintunya. Dan ia berpakaian dan bersiap siap untuk pergi kekampus, karena jam sudah menunjukkan jam 16:15pm. Dan mira pun pergilah kekampusnya dengan mengendarai angkot. Pukul 16:30 sampailah mira kampusnya. Karena jam kampus nya dimulai jam 17:00 jadi mira hendak pergi ke tempat makan terlebih dahulu. Mira sengaja memilih meja yang didekat jendela. Tapi ditengah tengah mira sedang makan. Tak sengaja mira melihat isma disebrang jalan. Isma sedang terduduk dibangku pinggir jalan dan termerenung. Segeralah mira menyelesaikan makannya yang bermaksud akan menghampiri isma disana. Tapi ketika mira keluar isma malah beranjak pergi dari tempat duduknya, ia berjalan gontai sendirian. Ingin menghampiri tapi jam sudah hampir jam 5sore dan mira tak jadi mengejar isma karena jam kuliahnya akan segera dimulai. Mira berdialog "ntar ajalah aku tanya pas di kos palingan juga isma balik lagi ke kos ga jadi pulang" pikir mira. Mira pun berjalan kekampus yang ditempuh jalan cuman 7menit.
Sesampainya dikampus mira berselingan dengan faisal. Nah faisal ini teman sekelasnya isma. Dan mira sama si faisal juga bisa kenal melalui isma. "Baru nyampe mi?" sapa faisal
"iya nih sal" jawab mira
"nanti malam aku jemput yaa" tawar faisal
"ga usahlah aku nanti pulang naik angkot aja" tolak mira
"ga baik loh anak perempuan pulang malam sendirian. Udahlah aku jemput aja. Nanti pulang jam berapa? Masih seperti biasakan jam 9?" ucap faisal agak memaksa
"iya seperti biasa jam 9" ucap mira
"yaudah aku duluan ya, nanti jam 9 aku jemput pokoknya" ucap faisal langsung pergi berlalu
Dan mira pun hanya menghela nafas dan langsung pergi kekelasnya.
Singkat waktu jam pulang kuliah pun usai. Jam 9 mira keluar kampus, dan langsung dihampiri oleh faisal. Dan mira pun naik kemotor faisal.
Faisal yang melihat mira hanya menggunakan baju dengan setengah hanya sampai siku berinisiatif melepas jaketnya dan memberikannya ke si mira dan memakaikannya. Dan ketika faisal akan memakaikan helm nya juga ke kepala mira, mira seperti melihat isma disebrang jalan. Namun ketika dilihat lagi sosok isma itu sudah tidak ada disana. Tak mau ambil pusing mira mengacuhkan hal itu. Dan sebelum sampai dikosan mira, faisal mengajak mira untuk makan malam dipinggiran jalan yang dekat dengan kos an nya mira. Mereka makan mie ayam bakso bersama. Dan lagi lagi mira seperti melihat isma disebrang jalan yang sedang menatapnya. Ingin mira menghampiri tapi faisal malah memegang tangannya
"mau kemana?" tanya faisal
"itu mau nyamperin isma" jawab mira
"hah isma? Dimana?" tanya faisal lagi dan memperhatikan jalan sekitarnya
"Disana" sambil menunjuk dimana isma berada dan lagi mira tidak menemukan isma ditempat semula.
Mira sudah 3x melihat isma, tapi kenapa? Bukankah isma pulang kekampung? Pikirnya. Tidak mau penasaran lebih lanjut mira segera menghubungi isma.
"Hallo, ma kamu lagi dimana? udah sampe?" tanya mira langsung.
"Udah ko dari tadi pas magrib aku sampe rumah, kenapa emang?" jawab isma
"Coba vc dong gue cemas tau sama lu daritadi" ucap mira bohong
Dan merekapun melakukan vc. Dan benar saja isma sedang berada dikamarnya. Mira tau betul tata letak dirumah dan kamar isma. Jadi hal itu sudah membuat mira percaya. Tapi siapa yang tadi liat? Ga mungkinkan kalo mira salah liat.
Faisal yang melihat mira seperti sedang cemas langsung menegurnya
"mi kamu gapapakan?" tanya faisal
"gapapa ko sal, yaudah yuk kita balik" mira segera mengambil tas nya. Dan faisal membayar makanan yang mereka tadi pesan.
Singkat cerita mira sedang berada didalam kamar kosnya. Ia masih memikirkan apa yang dia lihat. Dari lamunannya mira dikagetkan oleh suara kaca pecah. Dan itu adalah kaca kamar kos an nya mira. Mira terkejut dan langsung keluar. Ia melihat seseorang yang berpakaian serba hitam berlari ke arah belakang. Mira mengejarnya tapi nihil karena dibelakang kos an nya hanyalah sebuah tanah mati dan disana juga gelap sehingga tidak terlihat apa apa. Mira kembali dan langsung melaporkan hal itu ke pemilik yang punya kos nya. Kalo bahwasannya ia seperti ada yang meneror nya. Dan pemilik kos langsung melihat ke kamar mira, dan benar saja kaca kamar mira pecah. Sehingga mira untuk sementara waktu bermalam dirumah pemilik kosnya. Malam berlalu hingga pagi. Hari sabtu di pagi hari Mira bersiap-siap untuk pergi bekerja. Dan hari ini biasa saja tidak ada apa apa. Ia pun berutinitas seperti biasanya. Dan kaca kamar kos nya pun sudah diperbaiki, jadi mira bisa tidur kembali dikamar kos nya. Malam minggu faisal mengirim sebuah pesan kepada mira untuk mengajak main esok hari. Karena berhubungan besok adalah hari minggu.
Singkat cerita pada hari minggu jam 13:05 mira sedang menunggu faisal di depan gerbang kos nya yang akan menjemputnya. Mereka pun main bersenang senang bersama hingga magrib. Dan mira balik lagi ke kos an nya. Mira pikir dikos an nya sudah ada isma yang balik lagi kesini tapi isma tidak balik ke kos an. Keadaan kamar gelap. Dan mira masuk memersihkan diri. Baru saja akan berleha leha dikasur mira dikagetkan lagi oleh kaca kamarnya yang pecah. Mira tidak mau ketinggalan jejak sehingga segera mengejarnya kebelakang kos. Tak peduli dengan ilalang yang sudah tinggi menyayat kaki nya mira terus mengejar orang yang telah memengganggunya. Dan mira kesal karena orang itu lari dengan cepat. Mirapun kembali dan melapor pada pemilik kos an bahwa ia di terror kembali. Pemilik kos dan mirapun kekamar mira untuk melihat keadaan kaca yang pecah. Tapi sungguh sangat terkejut mira bukan hanya kacanya saja yang pecah tapi kamarnya pun berantakan. Padahal sebelum mira mengejar pelaku yang memecahkan kacanya biasa saja rapih. Tapi pas datang sama pemilik kos nya kamar mira sudah berantakan cermin yang menempel di tembok pun ikutan retak baju yang ada didalam lemari mira pun berhamburan keluar. Meja tempat belajar mira pun berantakan. Pokok nya kacau. Tapi tetangga kos an nya mira sama sekali tidak mendengar ada orang yang mengobrak abrik kamar mira. Namun salah satu tetangga kos an nya mira yang melihat kekacau an dikamar mira teralihkan dengan sebuah batu yang dibungkus dengan kertas. Dan ketika dibuka, ada sebuah pesan yang tertulis oleh darah 'KAMU AKAN IKUT AKU MATI' semua orang yang melihat itu langsung bergidik ngeri, tak ada yang mau ikut campur urusan mira mereka lebih baik acuh saja. Dan pemilik kos an pun menenangkan mira yang terlihat pucat "Gapapa neng mungkin ini cuman orang iseng doang, yaudah neng mira tidur dirumah saya lagi. Besok saja ini bereskannya, udah malam juga" ucap pemilik kos.
Mira hanya tertunduk dan mengikuti pemilik kos nya ke rumahnya. Mira menelpon kedua orang tuanya bahwa ia sedang diterror. Awalnya kedua orang tua mira menyuruh ia segera pindah kos an saja. Dan hal itu pun di iyakan oleh mira, besok ia akan mencari kos an baru.
Esoknya pagi hari senin, mira sedang berada dibutik. Karena ia dibagian kasir sehingga berada didepan dan dekat dengan kaca. Ia melihat keluar, ada seorang pria yang memakai hoodie hitam sedang menatapnya tajam. Ia tak tau siapa tapi mira memilih mengacuhkan saja karena hari masih pagi dan ia tak mau memikirkan hal itu yang akan membuat moodnya rusak. Hingga siang menjelang, faisal datang ke tempat kerjanya mira membawakan makanan untuk mira.
Mira dan faisal pun makan siang bersama didepan butik yang sengaja disediakan meja dan kursi tempat tunggu.
Lagi lagi disebrang jalan mira melihat kembali pria yang tadi pagi, pria itu menatap mira dengan tajam. Mira yang ditatap seperti itu merasa risih dan segera menyelesaikan makannya. Mira tak menghiraukan keberadaan faisal yang masih disana, tapi mira langsung masuk kebutik dan kembali bekerja.
Singkat cerita sore hari jam 15:15 mira pulang bekerja, dan ia sedang menunggu angkot dipinggir jalan dengan beberapa orang. Dan setelah ada angkot yang berhenti mira masuk dengan beberapa orang . Tapi ketika angkot akan berangkat langsung dihentikan oleh seorang pria dan masuk kedalam angkot pria itu duduk disamping mira. Mira yang memang sudah menyadari kedatangan pria tersebut langsung tak karua. Jantungnya seperti dikompa 2x lebih cepat. Mira terus berdoa dalam hati semoga ia selamat. Hingga sampai tepat dekat kos an nya mira langsung turun dan membayar angkot, lalu berlari cepat masuk kedalam kos, dan mengunci gerbang kos. Di luar mira sempat menengok kebelakang dan pria itu terus menatapnya hingga masuk kedalam kamar. Mira segera bersiap siap kembali untuk pergi ngampus. Waktu berjalan dengan cepat dan tidak terjadi apa apa hingga waktu jam pulang tiba. Jam 9 malam mira seperti biasa menunggu angkot, namun malam ini agak berbeda jalanan begitu sepi tidak seperti biasanya selalu ada kendaraan lewat. Dimalam yang sepi diujung jalan mira melihat seseorang serba hitam dengan membawa yang entah apa itu. Karena panik mira bergegas pergi didepan kampusnya dan berlari. Mira langsung menghubungi isma sahabatnya itu, ia berharap isma segera balik lagi ke kota, karena beberapa hari kebelakang mira seperti sedang di terror. Beberapa kali mira menelpon isma tapi tidak ada jawaban, dan mira pun mengirim pesan melalui whatsapp.
[ Ma tolong aku! ] isi chat mira
[ Isma tolong ]
[ Ada orang yang mengikutiku ma ]
[ Dia kayaknya mau membunuh aku ]
[ Isma plis jawab ! ]
Dan tak lama kemudian isma menelpon mira.
"Ada apa mi? siapa yang mengikuti kamu?" tanya langsung isma ditelpon
"aku ga tau tapi udah 2hari aku diterror!!"
"sekarang kamu lagi dimana? Aku suruh faisal jemput yaa" ucap isma
"di jalan xxxxx . Tolong cepetan suruh faisal kesini. Aku ga tau harus gimana sekarang !!"
"oke kamu tunggu, sekarang aku telpon faisal"
Dan isma pun langsung mematikan telpon sepihak.
Karena panik mira merasa terus di ikuti terpaksa mira mendatangi kesalah satu rumah yang lampunya masih menyala, tak peduli dengan rasa malu yang terpenting sekarang dia selamat.
Gegas mira mengetuk pintu rumah itu.
Tok.. Tok.. Tok..
"permisi" ucap mira panik
"permisi"
Tok tok tok
Dan tak lama pintu dibuka oleh wanita mungkin umurnya kira 34tahun.
"maaf cari siapa ya neng?" tanya wanita itu
"boleh saya masuk?" tanya mira dengan panik
Dan akhirnya pemilik rumah menyesilahkan mira masuk. Mira terus melihat kejendela dengan panik. Pemilik rumah penasaran dan bertanya lagi 'kenapa?' dan mira pun menunjuk ke luar bahwa diluar ada orang yang mengikutinya, dan mira pun menceritakan semua yang terjadi padanya kepada si ibu itu. Ibu itu merasa kasihan melihat keadaan mira yang panik dan pucat. Mira pun menelpon faisal karena ia tak datang datang setelah pembicaraan mira dengan isma tadi. Dan ditelepon faisal berkata bahwa isma sama sekali tidak menelponnya atau menyuruh menjemput mira. Hal itu membuat mira bingung kenapa teman dekat nya itu tidak melakukannya, apakah dia lupa atau gimana. Pikir mira. Ibu yang tadipun tidak keberatan menampung mira sementara sambil menunggu faisal menjemput. Mira juga menelpon kepada ibunya yang dikampung karena masalah ini bukanlah hal yang kecil. Mira takut, karena dikota dia tidak punya siapa siapa. 1jam sudah menunggu faisal akhirnya dia datang, mirapun berterimakasih sama ibu tadi karena sudah mau direpotkan olehnya.
Dan mirapun diantarkan oleh faisal sampai kos an nya, diperjalanan mira diam saja ia terus memikirkan orang misterius tadi, mira juga berpikir bahwa dia tidak punya musuh ataupun masalah dengan orang lain. Tepat jam 11 mira sampai dikos an nya. Tak banyak obrolan antara mira dan faisal. Mira langsung masuk kamarnya yang sudah dirapihkan. Tepat baru saja mira duduk ditepi kasurnya. Tiba tiba hp nya bunyi ada notif pesan. Mira kira itu isma, tapi ketika dibaca ada sebuah pesan singkat yang berisi ancaman.
[ Hidupmu tidak akan tenang , jika kamu ingin tenang ikutlah aku ke alam barja ]
Sontak mira langsung melempar hp nya ke kasur. Dengan cepat ia langsung menutup diri oleh selimutnya dan berharap segera pagi.
Esok harinya pas subuh mira dibangunkan oleh ketukan pintu yang kencang banget. Dan ketika dibuka ada secarik kertas. Dengan isi surat
[ Kita pernah berjanji untuk selamanya, sehidup semati . Dan jika aku mati maka kamu pun harus mati !! ]
Mira tentu saja terkejut dengan isi surat itu. Ia meremas remas kertas itu dan membuangnya ketempat sampah. Mira segera membereskan semua barang barangnya dan akan pindah hari ini juga. Kebetulan kemarin mira sudah menemukan kos an yang dekat dengan tempat kerjanya. Mira juga dikasih tau oleh teman kerja nya kalo di kos an nya ada kamar kosong. Jam 6 pagi mira pamit kepemilik kos dan tetangga kos yang lain. Ia akan pindah kos pagi ini, menurut pemilik kos lebih baik nanti sore saja pindahnya. Tapi mira menolaknya karena mira tak mau penerror itu terus mengganggunya. Jam 7 pagi mira sampai di kos an barunya, dan mira disambut oleh teman kerjanya. Dan hari ini mira meminta izin cuti karena pindahan nya. Teman mira yang hari ini memang lagi libur ia membantu mira membereskan barang barangnya. Dan teman mira yang bernama kinan ini melihat wajah mira yang pucat dan lesu ia bertanya "mir kamu gapapa?"
"gapapa nan"
"tapi wajah kamu pucat loh, kamu sakit?"
"engga nan aku baik baik aja ko"
"yaudah nanti kita sarapan bareng yaa, aku kedepan dulu beli sarapan"
Mira hanya tersenyum memandangi kinan keluar kos an nya. Dan tak lama mira menerima pesan misterius lagi, padahal ia sudah memblokir nomb itu tapi orang yang menerrornya terus saja mengganggunya dengan nomb baru.
[ Mau sembunyi kemana pun kau akan ku cari ]
[ kau akan mati ditangan ku mira ! ]
Mira merasa frustasi dengan pesan pesan itu.
Mira mencoba menghubungi isma, ia ingin bercerita dan sekaligus memberi tahu bahwa ia sudah pindah kos an. Mira khawatir jika isma datang kekota lagi ia akan datang ke kos an nya yang lama, dan nanti penerror itu malah akan mencelakai isma. Alih alih telpon nya diangkat justru isma malah menolak panggilannya. Dan mira pun berinisiatif memberi tau alamat kos barunya melalui pesan. Ketika mira sedang membereskan barang barangnya kembali dipintu ada yang mengetuk, mira kira itu kinan tapi ternyata salah, wanita biasa yang membawa keresek kecil hitam memberikannya ke mira, wanita itu berkata bahwa ini bubur pesanan temennya dan meminta untuk mengantarkannya kesini. Mira mengira pasti kinan yang sudah membelikannya, yaa mira menerima saja dan berucap terima kasih. Wanita itupun pergi, mira menunggu kinan tapi tak datang datang. Karena udah terlanjur lapar mira membuka bungkusan tadi, dan ketika dibuka mira terkejut ternyata isinya cacing cacing yang sudah mati dan ada belatungnya. Mira pun sontak menjerit ketakutan. Dan tak lama kinan datang, kinan kaget melihat temannya yang menangis gemetar dipojokan kamar dengan mangkuk lantai serta keresek diatasnya. Kinan mendekati mira dan menenangkannya.
"Hei. Kenapa mir ada apa?"
Mira terus saja gemetar ketakutan dan menangis tak henti henti. Mira hanya menunjuk ke arah mangguk. Dan ketika kinan melihat isinya. Kinan langsung mual dan ingin muntah. Isinya bukan hanya cacing dan belatung tapi ada bangkai kepala kadal dan kodok. Kinan langsung mencari orang untuk di minta tolong,karena ini sudah jam 9 orang orang kos tak ada mereka pergi bekerja. Dan terpaksa kinan berlari ke ujung kos yang pasti ada orang disana, karena penghuninya seorang paruh baya. Kinan ke tetangga kos itu meminta tolong untuk memanggil pemilik kos. Dan tak lama tetangga kos itu datang dengan pemilik kos. Kinan menceritakan semua yang ia tau. Dan mira ia masih enggan untuk membuka mulutnya. Ia masih syok apa yang telah ia liat. Pemilik kos pun dan kinan segera mengecek cctv yang ada, karena di kos an nya kinan terpasang cctv. Dan ketika di cek benar saja ada wanita yang memberi mira sebungkus keresek dan setelah wanita itu pergi beberapa saat mira menjerit histeris. Dan disusul oleh kedatangannya kinan yang berlari.
Mira semakin frustasi dibuatnya oleh si penerror itu. Dan saat sore hari mira sudah membaik ia sedang bersiap untuk ke kampus, karena kos an nya ini cukup jauh kekampusnya. Mira pergi lebih awal dari biasanya. Perginya mira ke kampus masih baik baik saja sampai usai pulang ngampus. Mira ketika sedang menunggu ojeg online nya, ia dikaget kan oleh pria yang kemarin. Mira langsung lari karena panik. Dalam keadaan panik mira tak tau harus kemana. Dan pria itu semakin mendekat dengan tongkat besinya. Mira teringat kalo sekitar kampusnya dekat dengan stasiun kereta api. Dan mira pun berlari ke arah stasiun, terpaksa mira harus memutar jalan menggunakan kereta. Dan ketika di kereta, mira melihat di kursi belakang ada pria tadi. Pria tadi masih saja mengikutinya. Pria itu menggunakan jaket hitam dan masker. Dikereta mira meminta kinan untuk menjemputnya. Dan ketika sampai dipemberhentian pertama distasiun mira langsung turun. Dan menghampiri kinan yang sedang menunggunya. Mira kira pria itu sudah berhenti mengikutinya namun pria itu masih mengikuti mira dengan menggunakan ojeg. Kinan yang merasakan ke resahan nya mira bertanya "ada apa mir?" tapi mira tak menjawab dan ia terus saja melihat kebelakang. Kinan yang langsung paham bahwa mereka sedang di ikuti, kinan berbelok dan langsung berhenti dipos penjaga, ada polisi yang sedang berpatroli. Kinan menceritakan bahwa mereka sedang di ikuti oleh pria misterius. Polisi itupun tadinya mau menghampiri pria itu tapi pria itu langsung pergi dengan kecepatan penuh. Kinan dan mira pun diantar oleh polisi yang berpatroli karena memang sudah terlalu malam juga.
Sesampainya di kos an kinan langsung menanyai
'ada apa dan siapa mereka?'
Mira menceritakan semuanya kepada kinan, mengapa ia bisa pindah kos an, orang yang menerror nya. Dan menceritakan isma yang sulit dihubungi dan tak balik balik lagi.
Kinan yang mendengar cerita mira langsung berasumsi bahwa si penerror itu pastilah si isma. Tapi mira menyangkalnya. Mira tidak percaya dan tidak mungkin isma melakukan itu kepadanya, karena mereka itu teman baik dan berteman sudah sejak kecil. Isma belum pulang mungkin memang karena ia sedang sibuk saja.
Singkat cerita hari jumat sore mira sedang bersiap untuk pulang ke kampungnya. Mira juga mengabari terlebih dahulu kepada orang tua nya dan juga isma. Isma begitu antusias menunggu kepulangannya. Mira tersenyum bahwa asumsi kinan tidaklah benar. Tidak mungkin isma melakukan itu kepadanya.
Mira diantar oleh kinan ke stasiun kereta. Kinan juga meminta ketika sudah sampai rumah untuk kabari dirinya dan juga share lok alamat rumahnya. Dan mira pun mengiyakannya.
Sesampainya dirumah mira disambut oleh kedua orang tuanya. Dan mira juga tidak lupa mengabari kinan bahwa ia sudah sampai. Jam menunjukkan 19:00. Mira berniat ingin mengunjungi isma kerumahnya, karena sudah seminggu tidak bertemu dengannya. Ketika mira hendak keluar ibu mira bertanya "mau kemana nak?" tanya ibu mira
"biasa bu ke rumah isma mau main" jawab mira
"Apa? Isma?" ucap ibu mira kaget
"iya bu, kenapa emang?" tanya mira lagi
"mira apa kamu tidak dikasih tau nak sama bu nesya ?(ibunya isma)" tanya ibu mira
"Emang kenapa bu? Ada apa dengan bu nesya?" tanya mira balik
"Isma sudah meninggal nak!" jawab ibu mira
"Apa? Hahaha Ga mungkin bu, ibu jangan bercanda deh mira sering telponan loh sama isma setiap hari"
"apa kamu yakin nak itu beneran isma?" tanya lagi ibu mira sedikit khawatir
"ibu sebenarnya ada apa sih?"
"Mira dengarkan ibu, isma sudah meninggal, dan malam ini adalah hari ke-7 nya isma. Dirumah bu nesya sedang melakukan tahlilan, jika kamu tidak percaya lihatlah dan datang lah" ucap ibu
Mira bergegas kerumah isma dan benar saja rumah isma sedang banyak orang yang mengaji yassin. Tapi kenapa tak ada satu pun orang yang memberitau kan bahwa isma meninggal. Mira langsung terperosot dan menangis. Jadi dengan siapa selama seminggu ini mira bertukar kabar? Jika isma saja sudah meninggal seminggu yang lalu? Apakah yang menerrornya selama ini adalah arwahnya isma? Rasanya tidak mungkin.
Ketika mira lunglai ditanah tiba tiba ada orang yang menyekapnya dengan sapu tangan , dan mira pun tak sadarkan diri.
Entah berapa lama mira pingsan, ketika ia tersadar, tubuhnya sudah di ikat ke tiang, dan tempat penyekapan mira pun kotor dan berdebu. Dan di cahaya yang minim ada kursi yang diduduki oleh seorang pria dan ketika kursi itu diputar oleh seseorang terlihat jelas, faisal ia juga terikat dikursi. Disamping faisal ada seorang pria yang mengenakan serba hitam. Dan mira tau pria itu adalah orang yang sering mengikutinya. Dan ketika pria itu membuka maskernya. Dan ternyata "om darto?" ucap mira.
"iya mira ini om, pasti kamu kaget kan dengan semua ini?"
"om apa salah mira om sampai om melakukan ini sama mira?"
"apa kau tau isma sudah meninggal?" tanya darto
"iya aku tau om"
"lalu dimana kamu mira ketika anak ku isma sedang meregang nyawanya dimana kamu?" bentak darto
"isma selalu saja bercerita tentang mu, dan di akhir hayatnya pun ia masih sempat menyebut namamu. Lihat anak ku kurang baik apa sama kamu. Tapi apa kamu, ketika ia mati pun kau tidak peduli sama nya mira, kau penghianat karena mu isma meninggal." bentak darto
"apa maksud om aku tak mengerti"
"ketika hari minggu sore, isma mengakhiri hidupnya. Dia menelan obat obat sampai meninggal, apa kau tau itu hah? Kami sudah menelpon mu beberapa kali dan mengirimkan mu pesan tapi apa yang kau perbuat kau malah mengacuhkan pesan kami dan menolak panggilan dari kami, saat itu kami berharap dengan datangnya kamu isma akan membaik. Tapi kemana kamu hah? Apa kau sedang asik bersenang senang dengan pria ini hah?" bentak darto
"dan asal kau tau mira, lelaki yang ada didepan mu ini, adalah lelaki kau isma sukai. Dan kau malah menikungnya dari belakang, apa kau tau itu hah?"
mira menangis dan menggelengkan kepalanya
"Om sebelumnya mira minta maaf, tapi sumpah mira tidak pernah merasa menerima pesan atau pun panggilan dari kalian. Mira juga baru tau sekarang kalo isma meninggal. Mira baru dikasih tau sama ibu." ucap mira menangis
"BOHONG !!"
"Om tidak percaya dengan omong kosong mu itu! Dan karena isma sudah mati maka kamu pun harus mati mira, temani dia dialam sana mira"
"tidak om aku mohon jangan bunuh aku"
Darto yang sudah hilang kendali ia mencabik tubuh mira, mira menjerit ketika sayatan pisau mengenai tubuhnya.
Faisal yang melihat itu meronta ronta ingin menyelamatkan kekejian dari darto.
Dan darto tak segan menggorok leher mira hingga mira meninggal dan lehernya menganga hampir putus kebelakang. Darah segar mengalir dilantai. Darto menghampiri faisal, dan membuka penutup mulutnya. Faisal berteriak.
"Om asal om tau apa yang diucapkan mira itu benar. Mira memang sedang bersamaku pas hari minggu, dan pesan yang om kirim aku yang menghapusnya sebelum mira membacanya dan telpon om pun aku yang menolaknya. Jadi yang salah itu aku bukan mira om." teriak faisal ke darto. Darto yang mendengar penjelasan faisal langsung tersadar, apa yang sudah ia lakukan. Mira memang tak tau apa apa. Jika itu benar, berarti darto adalah seorang pembunuh.
Darto lunglai kelantai. Ia pasrah jika polisi membawanya. Benar kata pepatah penyesalan itu akan ada di akhir. Dan darto menyesali apa yg ia perbuat.
Dan darto pun di tangkap polisi . Ceritapun selesai.
-Tamat.

Komentar
Posting Komentar