Cerita AKU IKHLASH part 4
Bagian 4
Siang berganti sore. Karena terlalu banyak menangis hingga membuat mataku bengkak. Segera ku ambil es batu untuk mengompresnya, siapa tau bisa meredakan kebengkakan.
Kini jam menunjukkan pukul 15:17. Mas anton sebentar lagi pulang aku harus segera menyiapkan makan malam.
Kembali berkutat dengan dapur, menu hari ini sengaja aku memasak rendang sapi, kentang mustofa dan tumis serta sambal matah.
Setelah selesai ku lihat kembali jam, masih ada setelah jam lagi mas anton baru pulang.
Aku bergegas membersihkan diri dan menunaikan kewajiban.
Sudah Pukul 17:38 mas anton masih belum sampai rumah, apa karena macet ya? Karena hujan tak kunjung reda.
Aku telah mencoba beberapa kali mengirim pesan whatsapp padanya, tapi tak ada balasan apapun. Padahal ia sedang online dan pesan ku pun ceklis 2 abu.
[ Assalamu'alaikum mas masih dimana? ]
[ Mas apa hari ini lembur lagi sehingga pulang nya telat atau sedang terkena macet? ]
[ Mas? ]
Beberapa kali ku telpon pun tetap tak ada respon ataupun balasan sekedar untuk mengabari. Bukan membiarkan rasa khawatir ini di sanubari.
Tak terasa adzan magrib pun berkumandang. Segera ku tunaikan kewajiban, karena takut keburu mas anton pulang dan tak ada yang menyambutnya.
Setelah menunaikan shalat aku kembali melihat ponsel ku, akan tetapi tetap tak ada balasan dari mas anton.
Tak biasanya ia seperti ini, sekedar untuk mengabari saja.
Perasaan sudah mulai bercambuk aduk. Khawatir, resah, gelisah itulah yang aku rasakan saat ini.
Mungkinkah mas anton sedang bersama Ara yang lain? Bukankah ia memang sudah memiliki ara yang lain selain diriku.
Aku terus setia menunggu mas anton di meja makan. Lama kelamaan aku mengantuk karena kelamaan menunggu. Aku pun tertidur dimeja makan menunggu mas anton.
*****
"Ara bangun! kenapa kau tidur disini?"
Suara itu. Aku tersigap bangun, dan ternyata benar mas anton sudah pulang.
"Mas kamu sudah pulang, alhamdulillah. Tadi di perjalanan gimana? Yuk makan? Atau mau mandi dulu? "
"Aku sudah makan diluar ara, bukankah aku sudah mengabari mu lalu mengapa kau masih menunggu ku? "
Mengabari? Kapan? Ga mau berkutat dengan rasa penasaran aku segera melihat ponsel ku.
Memang benar ada chat masuk dari mas antonanton
[ Ara aku akan pulang malam, kamu janganlah menunggu ku pulang. Jika ingin tidur, tidur lah terlebih dahulu ]
Aku terbengong membaca pesan dari mas anton. Tapi tunggu dia mengabari ku jam 21:05 .
Segera ku mengerjapkan mata, melihat jam dengan seksama. Ternyata sudah jam 22:15. Aku tersenyum masam. Pantas saja.
Bahkan dia mengabari ku 1jam yang lalu sedang aku sudah menunggu nya dari sore.
"Aku mau mandi dulu, makannya sendiri saja tak perlu ku temani kan" Ucapnya dan berlalu begitu saja.
Bahkan aku belum menjawab apapun.
Ada yang menghempit didalam dada ini. Sesak sekali. Aku bersusah payah masak untuknya namun ia tak menghargai ku sama sekali.
Sabar ra sabar.. Kamu pasti bisa menjalani ini.
Aku menekan dada ku berharap rasa sesak itu hilang.
Makanan yang aku masak penuh suka dan cinta tergelak begitu saja, dingin dan tak ada nafsu untuk memakannya.
Dengan terpaksa aku makan sendirian, menelan nasi pun aku kesulitan hingga harus dibantu oleh air untuk menelan nya. Sakit.
****

Komentar
Posting Komentar