Cerita AKU IKHLASH part 1

AKU IKHLASH

Karya : Rosma Mista


"Kisah ini menceritakan seorang anak korban dari keegoisan kedua orang tuanya. Zahra, ia adalah gadis yang terlahir dari keluarga mampu. Namun siapa sangka keegoisan kedua orang tuanya mengubah nasib wanita itu. Ia ditinggalkan di sebuah panti asuhan. Dan hidup menjadi gadis yang cantik dan baik. Hingga ada seorang pria yang meminangnya. Harap-harap hal itu akan mengubahnya, tapi justru ia dipertemukan kembali dengan lukanya. Amanda, ibunda dari Zahra ternyata menjadi mertuanya. Lalu bagaimana kehidupannya. Silahkan membaca" 


Bagian 1

Aku menatap takjub setelah selesai berkutat dengan wajan. Masakan yang akan ku sajikan untuk suami tercinta mas anton. Ia baru akan tiba pukul 17:30 kurang lebihnya dari luar kota setelah 3hari yang lalu. 


Masih ada waktu 20menit lagi untuk ku membersihkan diri. Segera lekas aku pergi kekamar mandi. 

Setelah selesai dengan acara mandi, aku menunggu mas anton diruang depan karena sebentar lagi mas anton tiba. 


Tak sabar rasanya menanti kedatangannya. 

Namun, orang yang di tunggu-tunggu tak juga tiba, padahal waktu sudah menunjukkan jam 18:05. Suara adzan pun saling berkumandang. 


Hati merasa kian gelisah. Tak ingin terlalu terbuai dalam penantian lebih baik aku melaksanakan sholat, mungkin saja mas anton sedang dijalan terkena macet. 


Ku panjatkan doa doa untuk keselamatan dan kesejahteraan rumah tangga ku. 


'Tok tok tok'

Mendengar suara ketukan pintu aku lekas pergi untuk membukanya. Orang yang aku tunggu akhirnya tiba. 


"Assalamu'alaikum mas alhamdulillah akhirnya pulang dengan selamat" Ucap ku ketika membukakan pintu dan segera mencium tangannya. 


Ku raih tas kerjanya untuk dibawa masuk. 

"Waalaikumsalam"

Cuman itu yang keluar dari mulut mas anton. Mas anton masuk melewati ku begitu saja dan aku mengikutinya dari belakang. 

"Mas di perjalanan gimana? Ko tumben telat pasti macet ya? Oh ya mas dari tadi aku tuh ga sabar menunggu kamu loh, aku takut kamu kenapa-napa dijalan, aku juga sudah masakin makanan kesukaan kamu. Dan air hangat juga sudah aku siapkan. Kamu mau-"


"Bisa ga sih kamu tuh diam? Pusing aku dengernya"


"Tapi mas aku cu-"


"Kamu ga liat aku tuh cape habis kerja, aku ingin istirahat"


"Mas aku-"


"Ara aku tuh lelah kamu ngerti ga sih?" Mas anton membentak ku. Aku terpaku terdiam. Kenapa dia mesti semarah ini? 


"Maaf mas, aku cuman mau nawarin kamu mau makan dulu atau mandi dulu, maaf jika ucapan ku mengganggu kedatangan mu" Ucap ku lirih. 


Aku pergi begitu saja melewati mas anton yang sedang berdiri mematung. Mungkin dia tersadar setelah membentak ku. 


Aku masuk ke kamar dan menyimpan tas kerja mas anton. Serta membereskan isi kopernya. 


Mas anton masuk kamar mengikuti ku, dia mendekati ku dan memelukku dari belakang. 


"Maaf aku ra, tadi ga bermaksud untuk membentak mu" Lalu ia mencium kepala ku yang tertutup hijab


"Iya gapapa aku ngerti ko mas pasti kamu cape, yaudah sekarang kamu mandi, aku tunggu kamu di meja makan"

****

Aku melayani mas anton seperti biasanya, mengambilkan nasi serta lauk-pauk. Kami makan dalam keheningan tanpa obrolan apapun dan setelah makan aku membersihkan meja makan setelah selesai aku hendak masuk kekamar. 


Namun langkahku terhenti ketika mendengar suara mas anton yang sedang menelpon dengan tertawa. Sejenak aku terdiam dan mendengarkan pembicaraan mereka. 


"Iya ara sayang maafin mas ya besok kita ketemu lagi dikantor, sudah jangan merajuk nanti kita belanja bersama, kalo begitu sudah yaa, goodnight ara sayang love you"


-deg


Ara siapa yang dia maksud? Apa ada ara lain yang menetap di hatinya? Yang jelas ara yang dia tuju bukan untuk ku, lalu ara siapa? 


Aku masuk kedalam kamar dan diam seakan tidak terjadi sesuatu. Aku mendekati mas anton yang sedang duduk di kasur. Mungkin ia terlalu fokus dengan ponselnya sehingga tak menyadari aku disampingnya. 


"Mas"


"Hmmm.. "


"Apa kamu sibuk? 


" Menurut mu? "


Dingin. Tak ada ucapan hangat seperti hari hari sebelumnya. Ada perubahan sikap pada mas anton. 


"Mas, tadi siang mama kesini"


"Terus? "


"Dan mama meminta ku untuk menyiapkan acara arisan, tadi aku cape belanja ke pasar sendirian dan menyiapkan semuanya sendirian. "


Aku memang biasa bercerita pada mas anton tentang apapun meskipun itu tidak lah penting. Aku cuman butuh dia untuk mendengarkan saja keluh kesah ku. 


"Yaudah gapapa kan udah biasa"


Cuman itu? Bahkan dia tak melihat ku sebentar saja dia terlalu asik dengan ponselnya. 


"Mas... " Aku pura pura merajuk dan bergelayut manja di lengannya. 

Namun apa yang aku dapatkan? Dia bahkan dengan sengaja menyentakkan tangannya begitu saja.  Aku merasa tercengang. 


"Apa si? Udahlah ga usah manja, aku tuh cape. Ga mestinya kamu seperti ini ra, pekerjaan ku masih banyak yang harus aku pikirkan. Bukan cuman masalah tentang kamu saja, aku cape denger semua omong kosong dan semua cerita keluhan mu. Lama-lama aku males dengan mu"


Mas anton pergi keluar kamar  meninggal kan ku sendirian. 

Salahkah aku ingin bermanja dengan suamiku sendiri? Mengapa akhir akhir ini aku sering diabaikan. Bukan yang pertama dia mengabaikan ku. Tapi ini sudah 2bulan dia mendiamkan aku. 

Mungkin dia terlalu banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan sehingga ia begitu lelah, seharusnya aku bisa memahami nya. Mungkin semua keluh kesah ku hanya akan menambah beban pikiran nya. 

Terlalu termenung aku memejamkan mata dan entah jam berapa aku mulai tertidur. 


Part 2 : https://holaholapikiranorang.blogspot.com/2023/01/cerita-kehidupan-buah-hasil-dari_1.html

Komentar